This is a backup of www.desa32.com. Feel free to click it.

Ilmu

5 October, 2006

Dalam sebuah kelas tempat saya mengajar seorang murid bertanya tentang bagaimana cara praktis mengetahui bobot keilmuan seseorang. Pertanyaan ini muncul pada saat saya mengajak mereka mengobrol tentang maraknya gelar DR dan Professor diperjual-belikan dengan amat murahnya.

Sekilas saya teringat ucapan Abi Thalib: “Ikatlah Ilmu dengan tulisan”, maka saya langsung menjawabnya : “Bacalah karya tulisnya! Seberapa banyak dia menulis dan seberapa berbobotnya tulisannya itu menggambarkan dengan pas bobot keilmuannya.”

Tentu amat naif bila seseorang dengan bangga mencantumkan gelar DR atau bahkan Professor di depan namanya tetapi tidak punya karya tulis yang sepadan dengan bobot gelarnya itu.

“Apa lagi, pak?”, murid itu bertanya lagi.

Sejenak saya terdiam memikirkan jawaban yang pas. Tiba-tiba saya teringat beberapa waktu silam ketika saya ber-takziah ke rumah seorang ulama yang telah dipanggil Sang Khalik. Sedemikian banyak pen-takziah sehingga jalan besar di depan rumah almarhum tak mampu lagi menampung kendaraan yang diparkir. Polantas bahkan lalu terpaksa menutup jalan itu dan mengalihkan arus lalu liuntas melalui jalan lain.

Ya! Saya sudah menemukan jawabannya! Dengan semangat saya mengatakan: “Seberapa banyak muridnya dan seberapa berbobot muridnya itu”.

Pasti ada hal-hal lain yang bisa dijadikan patokan bobot keilmuan seseorang. Tapi hanya itu yang saya sampaikan karena si murid tidak bertanya lagi dan bel penanda pelajaran berakhir sudah berdering dengan kerasnya …

12 Ramadhan 1427 H

Tanpa Lilin

26 September, 2006

Apa yang terlintas dalam fikiran anda membaca frase: without wax ? Digital Fortress ..? Benteng Digital ..? Dan Brown ..?

Without wax adalah frase penutup surat David Becker kepada pasangannya Susan Fletcher seorang ahli sandi di NSA, sebuah badan sangat berpengaruh di Amerika yang bertugas mengumpulkan data intelijen elektronik dari seluruh dunia. Dua buah kata yang membuat Susan hampir “gila” menebak maksudnya, yang baru terbuka jelas di akhir cerita. Sebuah kisah yang enak dibaca dan sangat menarik. Novel karangan Dan Brown itu (ingat The Da Vinci Code?) saya suka karena beberapa hal: bercerita tentang komputer, wanita cantik yang sangat pandai, dan seorang guru. Saya selalu suka membaca novel tentang guru, apalagi manakala si guru itu berpasangan dengan wanita cantik dan pandai. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana: saya seorang guru ..

Di Indonesia tercinta ini menjadi guru boleh jadi bukan pilihan yang menarik. Bukan karena tidak mulia. Sampai kapanpun guru adalah professi yang mulia. Tetapi karena menjadi guru itu berarti harus hidup dengan penghasilan yang amat minim. Bila hanya mengandalkan penghasilan dari mengajar (mohon maaf!) tidak ada seorang gurupun yang bisa berkecukupan. Menjadi guru berarti menjadi manusia yang setiap bulan harus mengatur uang dengan sangat ketat.

David Becker bukan guru seperti itu. Dia hidup dalam suatu negara yang memberikan penghasilan cukup buat seorang pengajar. Tidak sedikitpun rasa rendah dirinya ketika kemudian dia berkenalan dan menjadi dekat dengan Susan Fletcher, wanita cantik, sangat pintar, dan berpenghasilan sangat tinggi.

Ahhh … andaikan saja …..

Wanita

15 September, 2006

Siapakah wanita yang amat istimewa dalam kehidupan saya? Jawabannya sudah pasti: Ummi, ibunda saya!! Tiada mampu saya mengungkapkan betapa luar-biasanya beliau buat saya.

Wanita berikutnya adalah isteri saya. Dua puluh satu tahun sudah saya mengayuh biduk rumah tangga bersamanya. Dengan segala dinamika. Kadang suka, kadang duka. Kadang penuh tawa, kadang penuh airmata. Saya mensyukuri kehidupan saya bersamanya seperti saya mensyukuri nikmat-nikmat lain yang telah Allah berikan buat saya.

Di luar keduanya, tentu dengan bobot keistimewaan yang jauh lebih kecil, ada wanita lain yang saya anggap istimewa. Saya mengistimewakannya karena dua hal: cantik dan pintar. Siapakah gerangan wanita itu? Yang pertama adalah Najwa Shihab. Tak perlu saya perkenalkan lagi sosok ini. Anda semua pasti sudah mengenalnya. Yang kedua adalah Valerina Daniel. Pun tidak perlu lagi saya ceritakan siapa dia. Tiap kali saya melihat keduanya di layar kaca remote-control terasa tak ada lagi gunanya. Tidak ada niat sedetikpun untuk berpindah chanel ..

Semoga kelima putra saya dapat mencari pendamping hidup seperti keduanya; kelak … manakala sudah waktunya mereka beristeri. Insha Allah.

Mulia

6 September, 2006

Saya punya jadwal tetap sepulang mencari rezeki: menjemput kedua anak saya dari pengajian. Ada sebuah masjid di depan tempat pengajian itu dan biasanya saya sampai di sana saat jamaah usai sholat Asar.

Tiap kali saya ada di sana saya selalu memperhatikan dua orang jamaah yang seusai sholat menghampiri alat pencari nafkah masing-masing: sebuah becak, dan sebuah gerobak Dawet. Dapat saya perkirakan betapa sederhananya kehidupan keduanya.

Tetapi saya lihat ada “kesegaran ilahiah” di wajahnya; kesegaran yang hanya bisa muncul dari wajah-wajah manusia yang tidak melupakan kewajiban sholatnya. Pada si “Mas Dawet” malah saya lihat ada satu tanda yang sangat jelas di dahinya. Tanda yang muncul pada dahi orang yang tidak pernah lupa bersujud dari waktu ke waktu.

Secara duniawi apa yang saya miliki rasanya jauh melebihi keduanya. Rumah, mobil, uang, dan sebagainya yang dikaruniakan Allah kepada saya lebih besar daripada yang Allah berikan buat keduanya. Tetapi sungguh, saya TIDAK merasa lebih mulia! Saya masih sulit sekali sholat di awal waktu. Kadang keasikan bekerja membuat saya melupakan sholat. Kadang saya bahkan tertidur lelap pada saat semestinya saya bangun menunaikan sholat Subuh. Saya merasa Mas Dawet dan Mas Becak di atas mempunyai ketakwaan yang berlebih dibandingkan saya. Dan karenanya mereka JAUH LEBIH MULIA dibanding saya.

Inna akromakum ‘indallohi atqookum ..

Sale

15 June, 2006

What is the most melodious word in the whole vocabulary for you? Maybe it is Love. For my wife the word she likes to hear most is: SALE.

This time she enjoyed “burning out” the money in The Great Singapore Sale 2006. What a visit!! We had just visited Singapore only a month before; doing the same thing: shopping!

Here are some pics ..

-

-

-

More pics ..