This is a backup of www.desa32.com. Feel free to click it.

Kong Dul

23 June, 2004

Selasa, 22 Juni 2004, sekitar jam 20.00 wib Ummi (panggilan saya untuk ibu) menelpon mengabarkan bahwa Engkong Dul telah wafat di sebuah rumah sakit di Bekasi. Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun! Saya sampaikan kepada Ummi besok pagi-pagi sekali saya akan bertakziah ke sana, karena kebetulan malam itu ada urusan yang tidak bisa saya tinggalkan.

Keesokan paginya saya mendatangi rumah duka yang sangat sederhana yang sudah dipenuhi sanak keluarga dan handai tolan. Saya berjalan perlahan mendekati jenazah dibaringkan dan setelah mendoakannya saya mengambil selembar uang kertas dari dalam dompet dan memasukkannya ke sebuah baskom yang ditutupi kerudung, sekedar mengurangi beban keluarga almarhum. Kemudian bersama-sama dengan para pen-takziah yang lain saya mengobrol perlahan menceritakan keadaan sakit almarhum dan cerita-cerita lain untuk mengenangnya.

Haji Abdul Bakri bin Beton, demikian nama lengkap almarhum. Dikarunia umur cukup panjang sekitar 90 tahun, almarhum mengisi sebagian hidupnya menjadi imam sholat Jumat di Masjid halaman depan rumah di Jalan Ir. H. Juanda Bekasi, dan beberapa masjid lain. Almarhum juga selalu siap sedia diundang siapa saja untuk memimpin tahlil. Suaranya yang khas membuat para jamaah seolah melayang mana kala almarhum memimpin jamaah mengucapkan Asma Allah berulang-ulang dalam setiap tahlil. Dan manakala almarhum memimpin pembacaan doa di akhir acara, saya mengamininya dengan penuh khusyu’ sambil merasakan betapa besar dosa yang telah saya perbuat selama ini.

Selama berpuluh tahun beliau memimpin pembacaan sholawat dan doa di setiap interval rakaat Tarawih di masjid depan rumah. Kadang bila almarhum ABI (panggilan saya untuk ayah) merasa sangat capek menjadi imam Tarawih, beliau pula lah yang menggantikannya. Doa Qunut yang dibacakannya menjelang akhir Ramadhan seakan menjadi penyambut setiap Idhul Fitri. Dan doa panjang di antara Tarawih dan Witir, merupakan penyejuk kelelahan karena sebentar lagi Tarawih yang panjang akan segera berakhir.

Ahhh ….. !

Kalbu ini terasa penuh haru manakala mengenangkan para orang tua yang mendahului kita ke haribaanNya. Selamat jalan Engkong Dul. Selesailah sudah beban berat menanggung hidup di dunia ini, dan semogalan semua perbuatan engkong menjadi amal baik yang akan menuntun engkong ke surga. Amiin!