This is a backup of www.desa32.com. Feel free to click it.

K. H. HASYIM MUZADI

24 September, 2004

ALLAH Swt amat sayang kepada hamba yang taat, itu semua kita mengetahuinya. Lebih-lebih bila hamba yang taat itu adalah seorang Ulama, pewaris para nabi. Kasih sayangNya pasti senantiasa tercurah dengan amat sangat.

K.H. Hasyim Muzadi adalah seorang Ulama besar. Beliau adalah pemimpin Nahdatul Ulama, sebuah organisasi keagamaan yang sangat berpengaruh. Jadi bobot keulamaannya pastilah tidak diragukan lagi.

Kita semua tahu bahwa beliau gagal menjadi Wapres pada pemilihan kemarin. Adakah kira-kira sesuatu di baliknya?

Saya yakin itu karena Allah Swt amat menyayanginya. Seorang Hazyim Muzadi bisa saja terjerambab ke dalam lumpur politik yang busuk, bila jabatan wapres berada di genggamannya. Karena kasih sayang Allah begitu berlimpah kepadanya, maka Allah lebih senang beliau tidak bergumul di dunia yang penuh intrik dan kebusukan itu, di sebuah negeri yang penuh korupsi ini.

Itu pulalah yang membuat saya tidak memilih beliau. Saya lebih senang beliau tetap menjadi Ulama pengayom ummat.

Allah menjaga kemuliaannya dengan tetap menjadikannya Ulama !!

Wallahua’lam!

SBY -MJK

22 September, 2004

Pemilu tanggal 20 September 2004 kemarin boleh jadi moment yang sangat penting buat saya pribadi.

Mengapa?

Karena ini merupakan Pemilu pertama kali dalam sejarah hidup saya di mana coblosan saya memenangkan Pemilu.

Zaman Orde Baru dulu saya adalah simpatisan PPP. Bahkan pernah “babak-belur” juga memperjuangkan hak politik yang sangat terkekang waktu itu. Selepas Orde Baru runtuh, pilihan saya tertuju kepada Partai Amanat Nasional. Merasa kurang sreg dengan PAN, pada Pemilu Legislatif lalu saya beralih memilih PKS. Walaupun bukan partai pemenang hati saya cukup berbahagia melihat perolehan suaranya yang sangat mengagumkan. Jakarta bahkan berhasil dikuasai PKS.

Pada Pemilu Pilpres Kesatu yang lalu saya memutuskan memilih Amin Rais. Pilihan saya ini sebagaimana kita ketahui bersama gagal lolos pada pemilihan kedua.

Pada Pilpres Kedua entah mengapa hati saya bulat memilih SBY - MJK. Kepada isteri, mertua, anak saya yang pertama, dan kedua pembantu, saya sampaikan bahwa pilihan saya adalah SBY-MJK. Karena saya adalah kepala keluarga yang baik (ehm..) maka semuanya mengamini saya memilih SBY-MJK. Kedua pembantu saya, Sum dan suaminya Mun, bahkan cukup vokal menyuarakan pilihannya dalam komunitas pembantu di sekitar saya.

Semogalah pilihan saya ini tepat, dan SBY bisa menjadi Presiden yang memenuhi harapan semua orang. Bila tidak, jangan harap saya memilihnya pada PEMILU yang akan datang (insha Allah).