This is a backup of www.desa32.com. Feel free to click it.

Starone

25 April, 2005

Di rumah di samping menggunakan akses adsl saya juga menggunakan Starone. Saya menggunakannya karena kadang saya ingin online padahal saya sedang berada di suatu tempat di mana saya sungkan menggunakan akses telponnya. Awalnya akses Starone yang hanya berbayar flat 200 ribu rupiah perbulan itu amat sangat menyenangkan. Aksesnya (sangat) cepat, terutama bila dibandingkan dengan dialup. Walau ada waktu idle, secara umum saya (dan hampir semua pelanggan) amat puas.

Cerita tentang cepat dan murahnya Starone tak pelak lagi membuat banyak orang tertarik melangganinya. Bertambahnya jumlah pelanggan secara signifikan agaknya tidak diikuti dengan pasokan bandwidth memadai, sehingga dari hari ke hari akses yang dulunya membuat saya selalu berbunga-bunga itu makin lambat dan durasi serta frekwensi idle-nya kian bertambah. Bila ingin akses yang bagus seperti dulu, kita harus terbangun di tengah malam buta, dan berinternet seperti kalong. :) Kondisi akses yang bagus ini terus bertahan hingga sekitar jam 7 pagi. Setelah itu, dengan pasti aksesnya melambat, melambat, dan melambat terus.

Apakah memang 200 ribu rupiah itu terlalu murah untuk mendapat akses internet yang memadai …?

Speedy

23 April, 2005

Awal-awalnya akses ke www.plasa.com/adsl sangatlah cepat. Mata anda belum selesai berkedip, page sudah tersaji di monitor. Meski pada waktu itu tidak sedikit yang memaki-maki billing Speedy, cepatnya akses ke sana praktis sedikit mengurangi “tekanan darah” para pengguna.

Sekarang bagaimana .. ?
Ampuuuuuun!! Luambatnya luar biasa! Kalau pada saat itu anda kepingin berak (maaf!) , silakan selesaikan saja hajat anda itu. Selesai berak (maaf lagi!) belum tentu info yang anda butuhkan tersedia. Bisa jadi yang anda peroleh malah informasi kegagalan akses.

Tambahan lagi beberapa hari yang lalu, menurut kabar yang layak dipercaya, server billing Speedy down. Semoga kabar yang layak dipercaya itu keliru!

He he he. Layak dipercaya kok keliru ? Enggak apa-apa dong. Berbincang tentang Telkom, meskipun terdengar aneh dan tidak masuk akal, memang sah-sah saja. “Nature”-nya memang begitu.

Ini yang menyebabkan beberapa hari yang lalu total usage pengguna limited tidak bergerak sedikitpun meski bandwidth sudah disedot ratusan MB. Semoga saja backup-nya tersedia.

Admin-nya (dengan wajah innocent tanpa dosa) akan mengatakan: “Wah … ada masalah nih di server.” Atau dia akan berkilah (lagi-lagi dengan wajah sepolos bayi): “Akses ke situ terlalu banyak sih …..” Atau entah apa lagi excuse yang terlontar dari mulutnya.

Neraka

12 April, 2005

Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka. Di sana ia mendapatkan bahwa ada neraka yang berbeda-beda bagi tiap negara asal.

Pertama ia ke neraka orang Inggris dan berseru: “Kalian ngapain saja disini?”
Ia dijawab: “Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam.
Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu, kita dipecut sepanjang sisa hari.”

Karena kedengarannya tidak menyenangkan, sang orang Indonesia menuju tempat lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Israel, neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa kesemua neraka-neraka itu kurang-lebih mirip dengan neraka orang Inggris.

Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia, dan melihat antrian panjang orang yang menunggu giliran untuk masuk dari berbagai negara.
Dengan tercengang ia bertanya: “Apa yang dilakukan disini?”
Ia memperoleh jawaban: “Pertama-tama, kita didudukan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu kita dipecut sepanjang hari.”

“Tapi itu persis sama dengan neraka-neraka yang lain. Kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk ke sini?”

“Di sini enak sekali. Kursi listriknya nggak nyala, karena harga listrik naik terlalu tinggi dan sering mati, kursi pakunya nggak ada, jadi tinggal pakunya aja, karena kursinya sering diperebutkan, bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi, malah awal tahun 2005 mau naik lagi.”

Note: Diambil dari sebuah milis.