DetikDotCom
30 December, 2005
Di antara sekian banyak situs yang “wajib” saya kunjungi setiap hari, ada satu situs yang saya amat patut berterimakasih kepadanya: www.detik.com. Update berita yang dilakukannya membuat saya selalu merasa tidak pernah ketinggalan berita. Apalagi di musim haji ini, ketika cukup banyak kerabat dekat saya berhaji, laporan Arifin Asydad dari Tanah Suci benar-benar saya rasakan manfaatnya.
Namun di sisi lain saya merasa berdosa kepada detik.com ini. Ya, sungguh! Sekali lagi saya katakan: saya merasa berdosa kepadanya!
Kok ..?
Sejak saya berketetapan hati untuk say goodbye dengan Internet Explorer dan menggunakan FIREFOX sebagai browser saya, program itu amat memanjakan saya terutama dengan begitu banyaknya extension yang tersedia. Salah satu extension yang saya pergunakan adalah ADBLOCK. Dengan extension ini semua banner iklan yang tidak kita inginkan bisa hilang musnah dari halaman monitor. Termasuk semua banner iklan yang terdapat di situs www.detik.com. Padahal kita semua tahu bahwa banner iklan adalah penghasil pendapatan untuk kelangsungan hidup perusahaan.
Sekali lagi saya amat berterimakasih kepada www.detik.com. Semoga pak Budiono Darsono dan segenap crew Detikdotcom ikhlas saya membacanya tanpa sepotongpun iklan ada di layar monitor saya.
Apa yang terlintas dalam fikiran anda kalau saya menyebut kata: Mesir? Fir’aun dengan segala peninggalannya? Al Azhar? Terusan Suez? Tempat anggota DPR bertamasya beberapa hari yang lalu? Atau, Oum Kulthum (Ummi Kulsum), seorang penyanyi legendaris Mesir yang lagu-lagunya masih banyak dinikmati orang hingga kini?
Waktu di pesantren dahulu dalam pelajaran Mantiq ada satu ungkapan yang sangat dikenal yaitu: Alinsaanu haiwanunnaatiq, Manusia itu adalah hewan yang berfikir. (Natiq kerap juga diterjemahkan “berbicara”.) Ini artinya mahluk yang namanya manusia itu tidak ada bedanya dengan anjing, monyet, babi, dsb; bila mereka tidak berfikir. Selayaknya kita semua pasti bisa berfikir karena Allah memberikan akal secara default.
Satu hari Sultan merasa sungguh “boring n bete abis”, jadi dia Tanya Bendahara, “Bendahara, siapa paling pandai saat ini?”
Pernah mendengar nama Abdul Basith Abdusshomad? Insya Allah pasti anda pernah mendengarnya. Malah mungkin anda adalah hamba Allah yang senantiasa “terhanyut” mendengarkan bacaan ayat suci Alquran yang dikumandangkannya.