This is a backup of www.desa32.com. Feel free to click it.

Mulia

6 September, 2006

Saya punya jadwal tetap sepulang mencari rezeki: menjemput kedua anak saya dari pengajian. Ada sebuah masjid di depan tempat pengajian itu dan biasanya saya sampai di sana saat jamaah usai sholat Asar.

Tiap kali saya ada di sana saya selalu memperhatikan dua orang jamaah yang seusai sholat menghampiri alat pencari nafkah masing-masing: sebuah becak, dan sebuah gerobak Dawet. Dapat saya perkirakan betapa sederhananya kehidupan keduanya.

Tetapi saya lihat ada “kesegaran ilahiah” di wajahnya; kesegaran yang hanya bisa muncul dari wajah-wajah manusia yang tidak melupakan kewajiban sholatnya. Pada si “Mas Dawet” malah saya lihat ada satu tanda yang sangat jelas di dahinya. Tanda yang muncul pada dahi orang yang tidak pernah lupa bersujud dari waktu ke waktu.

Secara duniawi apa yang saya miliki rasanya jauh melebihi keduanya. Rumah, mobil, uang, dan sebagainya yang dikaruniakan Allah kepada saya lebih besar daripada yang Allah berikan buat keduanya. Tetapi sungguh, saya TIDAK merasa lebih mulia! Saya masih sulit sekali sholat di awal waktu. Kadang keasikan bekerja membuat saya melupakan sholat. Kadang saya bahkan tertidur lelap pada saat semestinya saya bangun menunaikan sholat Subuh. Saya merasa Mas Dawet dan Mas Becak di atas mempunyai ketakwaan yang berlebih dibandingkan saya. Dan karenanya mereka JAUH LEBIH MULIA dibanding saya.

Inna akromakum ‘indallohi atqookum ..

Comments

The URI to TrackBack this entry is: http://ds32.blogsome.com/2006/09/06/mulia/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Sorry, the comment form is closed at this time.